sitisophiarrahmi*blog

Just another weblog

My Beloved Department is SKPM

May11

This is my beloved department webside

skpm

Turun lapang MK. Sosiologi Pedesaan

February19

Catatan harian turun lapang ke Desa Cibunian

Saya bernama Siti Sophia Rahmi Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat mendapat tugas mata kuliah Sosiologi Pedesaan untuk turun lapang ke salah satu desa kawasan Bogor selama tiga hari. Saya berada dikelompok 25 yang beranggotakan sepuluh orang mendapat tugas untuk turun lapang ke desa Cibunian. Desa Cibunian sendiri adalah desa yang terletak di kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Desa Cibunian terhampar seluas 1175 hektar dan koordinat  6°41’13″S   106°37’45″E, dengan permukaan lahan yang berundak. Udaranya sejuk, pemandangan sungguh sangat hijau. Perbukitan tertata rapi di sekeliling desa. Pemandangan Gunung Cisalak menambah pesona desa Cibunian dan dua arus sungai mengaliri wilayah ini.

Kita berangkat dari kampus pada hari jumat tanggal 14 Desember 2012 sekitar jam 08.00 pagi dengan jumlah 28 kelompok yang akan mendatangi sekaligus menempati desa yang telah ditentukan oleh asisten dosen. Setelah tiba di cibunian sekitar jam 10.00 kita langsung diarahkan oleh salah satu teman kita untuk menuju rumah yang akan kita tinggali selama tiga hari di sana. Kebetulan rumah yang kita tinggali adalah rumah Pak RT desa Cibunian yang bernama Sidiq dan istrinya bernama Yanti dan mereka mempunyai tiga orang anak, anak pertama bernama Maya (18 tahun), yang kedua bernama Nur (12 tahun) dan yang terakhir bernama Dina (5 tahun). Ketika tiba disana kita langsung disuguhkan oleh Bu Yanti berbagai macam bentuk makanan, mulai dari kue, kerupuk, dan lain-lain. Sambil menikmati makanan yang disediakan kita juga langsung berbincang-.bincang dengan Pak Sidiq dan Bu Yanti terkait dengan ketersediaan mereka menerima kita untuk tiga hari ke depan tinggal dirumahnya dan syukurnya kita diterima dengan senang hati oleh keluarga tersebut. Di waktu yang bersamaan Bu Yanti juga sudah memasak untuk makan siang kita dan saya mencoba menghampiri Bu Yanti menanyakan masakan apa yang sedang dia masak, ternyata dia memasak sayur asem buat kita dengan sambel terasi yang mantap banget. Disana saya bersama kak Onyen langsung memberi Bu Yanti sedikit uang untuk memenuhi kebutuhan kita selama tiga hari di sana, walaupun tidak banyak tapi InsyaAllah cukup karena kita dari awal sudah menginginkan masakan yang biasa saja yang kira-kira cukup buat kelompok kita selama tiga hari disana. Tidak lama kemudian makan siang pun dilaksanakan secara bersama-sama dengan teman kelompok. Kelompok yang sangat hangat dan sudah mulai akrab semuanya membuat suasana menjadi rame ketika makan siang. . Setelah makan siang kita disarankan oleh Bu Yanti untuk istirahat dulu sebelum melakukan aktivitas di sana. Sebagian teman saya ada yang memilih untuk jalan-jalan ke sekitar desa ketimbang istirahat. Namun ada juga yang memilih tidur untuk beristirahat. Ketika waktu menunjukkan sekitar jam 16.00, kita sekelompok berinisiatif untuk jalan-jalan ke sekitar desa. Kita jalan bersama dengan kondisi yang kurang memungkinkan, pada waktu itu terjadi hujan gerimis namun kita tetap saja melanjutkan perjalanan sambil foto-foto pemandangan bagus yang ada di sana. Sepanjang jalan kita melihat area persawahan yang masih kebanyakannya menggunakan teras siring, pengunungan yang menjulang tinggi dan sungai yang sangat deras airnya. Selama perjalanan itu kita menghabiskan waktu sekitar dua jam, sehingga ketika waktu sudah menunjukkan kira-kira jam 17.30, kita langsung pulang menuju rumah yang kita tinggali.

Malam pertama di desa sekitar jam 21.00, kita melakukan wawancara dengan Pak RT Cibunian RT 02/RW 02 yang bernama Pak Sidiq tadi, selama wawancara dia menjelaskan berbagai macam bentuk kondisi dan masalah yang ada di desa. Mulai dari kondisi desa Cibunian yang mencakup masalah pekerjaan, pendidikan, kesehatan,  sampai pada masalah organisasi-organisasi yang ada di desa Cibunian. Wawancara dilaksanakan sekitar satu jam lebih dengan Pak Sidiq. Setelah wawancara selesai kita sekelompok bincang-bincang sebentar setelah itu dilanjutkan dengan tidur.

Hari kedua di desa Cibunian, di awali dengan bangun tidur sekitar jam 05.00, setelah itu shalat subuh dan mandi. Setelah selasai mandi kita kembali disuguhkan oleh Bu Yanti sebuah makanan khas Indonesia, yaitu pisang goreng. Kita semua seneng sekali dimasakkan pisang goreng dan belum pisang goreng habis Bu Yanti kembali mengasih kita nasi goreng buat sarapan pagi. Ketika begitu banyak makanan yang dikasih Bu Yanti kepada kita, kita semua juga bingung bagaimana cara menghabiskannya sampai akhirnya ada makanan yang masih tersisa dan cukup buat makan selanjutnya. Setelah makan pagi, kita semua berencana untuk wawancara ke warga langsung terkait kondisi desa Cibunian. Selain wawancara ke warga ada juga teman kita yang pergi ke Kepala Desa untuk mencari data. Wawancara kita lakukan kira-kira sekitar jam 09.30 dengan menghampiri warga-warga yang sekiranya bisa kita ajak untuk mengobrol sebentar dan sekaligus bertanya-tanya tentang keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain. Ada tiga responden yang berhasil kita wawancarai, yang pertama seorang pengrajin kayu sekaligus petani yang bernama Kursin, yang kedua Bu Melly yang bekerja sebagai pengalau pasir, dan terakhir adalah Bu Ijah yang bertugas sebagai ketua pengajian desa Cibunian Muara 2. Selama wawancara kita menghabiskan waktu sekitar empat jam. Setelah selesai wawancara kita langsung pulang ke rumah lagi dan dilanjutkan dengan istirahat. Tak lama kemudian, sekitar jam 16.00 kita kembali bersiap-siap untuk kembali melakukan perjalanan ke sekitar desa hanya untuk melihat pemandangan yang ada sekaligus bermain-main dengan anak-anak desa yang ada di sana. Perjalanan kemarin terasa lebih seru dibanding hari kemarin karena dihari kedua ini anggota jalan-jalannya lebih banyak dan kita sempat mengajak anak-anak kecil yang ada di desa untuk foto bersama. Perjalanan kita dihari kedua ini sampai pada pemandangan arus sungai yang bisa dilewati dengan jembatan. Kita sekelompok mencoba menyebrangi jembatan yang goyang-goyang tersebut hanya untuk melihat kondisi desa seberang dan foto-foto dengan backround sawah. Ketika hari sudah menunjukkan kegelapannya, kita berinisiatif langsung pulang ke rumah dilanjutkan dengan mandi, shalat, makan, dan ngobrol. Setelah semuanya selesai, awalnya kita berniat untuk mengolah data di malam terakhir tetapi  karena saking serunya kita becanda akhirnya tugas itu tidak jadi dikerjakan dan diganti dengan main kartu sekitar jam 21.00 sampai jam 23.00. Setelah main kartu ada yang melanjutkan dengan nonton film sedangkan saya lebih memilih untuk tidur.

Hari ketiga diawali dengan bangu tidur sekitar jam 05.00 terus dilanjutkan shalat, mandi, makan dan ngobrol. Tidak ada letih-letihnya Bu Yanti memasak hingga hari terakhir pun kita disuguhkan makanan lagi yang tentunya berbeda dengan masakan hari kemarin. Hari terakhir ini Bu Yanti memasak perkedil jagung dan nasi goreng buat kita. Semuanya makan dengan lahap dan tentunya Bu Yanti senang melihatnya. Setelah selesai makan, dilanjutkan dengan mengobrol sambil membahas laporan turun lapang yang akan kita kerjakan. Membahas laporan terlewat begitu saja hingga akhirnya sekitar jam 09.00 kita berencana untuk mandi di kali desa Cibunian. Kita semua bersiap-siap pergi ke kali dengan menjalani turunan yang curamnya luar biasa, ada sebagian teman saya yang kurang bisa menyeimbangkan tubuhnya sehingga langkahnya pun cepat menuju ke bawah. Dengan menghabiskan waktu yang hanya bisa dihitung menit, kita tiba di kali dan langsung menceburkan tubuh ke air. Tidak semuanya berani cebur ke air karena alasannya airnya sangat deras, dingin, dan tidak membawa baju ganti. Tapi bagi saya itu tidak perlu dipertimbangkan hingga akhirnya pun saya ikut menceburkan diri ke air. Mandi di kali menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Setelah kita mandi di kali kita langsung pulang lagi ke rumah Bu Yanti. Setelah tiba di rumah kita langsung mandi secara bergiliran untuk lebih membersihkan badan sehabis mandi di kali.

Sejak awal sebelum perjalanan dari kampus sudah dijelaskan bahwa kita hanya diberi tiga hari untuk melakukan turun lapang ke desa. Dan pulang sudah dijadwalkan pada hari minggu jam 10.00. Ketika waktu sudah menunjukkan jam 10.00, anggota kelompok kita masih belum ada yang selesai mandi. Dan Bu Yanti pun sudah menyuruh kita untuk makan lagi. Saking ramenya kita sehingga merasa sedikit kerepotan dan kekurangan waktu untuk mempersiapkan pulang.  Tetapi semuanya memang harus terjadi dan kita tetap pulang ke kampus walaupun sedikit dengan keadaan sedikit telat. Setelah selesai makan kita mengobrol sebentar dengan tuan rumah, yaitu Pak sidiq dan Bu Yanti. Kita menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya jika selama kita benumpang di sana banyak terdapat kesalahan yang kurang berkenan di hati keluarga Pak Sidiq. Pak Sidiq pun balik meminta maaf kepada kita jika selama kita tinggal di sana masih banyak pelayanan yang kurang memberikan kepuasan kepada kita. Kita semua sudah merasa keluarga walaupun baru tiga hari di sana, tetapi rasa kekeluargaan sudah terbentuk ketika kita baru sampai di rumah tersebut, sehingga tidak heran jika saya merasa sedih ketika pulang dari desa Cibunian karena banyak banget pelajaran-pelajaran yang dapat saya ambil hikmahnya selama tinggal di desa Cibunian tepatnya di rumah keluarga Pak Sidiq. Setelah selesai mengobrol kita lanjutkan dengan serah terima dari kelompok kita ke keluarga Pak Sidiq dan dilanjutkan lagi dengan foto bersama. Setelah itu kita pulang kembali ke kampus dramaga IPB.

SOGA KPM 49

February19

Hari ini kami dari anak kpm 48  mengadakan soga pertama anak kpm 49. acara ini bertujuan untuk lebih mengakrabkan semua anak kpm sebelum dilaksanakannya MPD KPM 49.  Acara seru banget deh… di tunggu ya soga ke 2 :D

penkom pertama

February14

praktikum penkom pertama dilaksanakan di Cyber Singkong LSI IPB

ipb

September30

tugas pengantar ilmu pertanian

September30

sumber :Fatchiya, Anna.2002.Kemandirian Petani Ikan dalam Pengembangan Agribisnis Ikan Hias Air Tawar. institur pertanian bogor. bogor

posted under IPB | No Comments »